Saturday, June 11, 2011

Jejak matematika fractal pada kain batik Indonesia.

[Image: BatikPattern012m.jpg]

Batik tidak hanya kaya akan filosofi. Batik juga kaya akan penghitungan matematika. Tampaknya nenek moyang kita telah meninggalkan jejak matematika fractal pada kain batik Indonesia.




Adalah M Lukman, Yuri Hariadi alumnus ITB, dan Nancy Margried alumnus Universitas Padjadjaran Bandung membentuk Pixel People Project untuk melakukan penelitian itu.
Apa itu fractal? Fractal adalah salah satu cabang ilmu matematika yang mempelajari teknik perulangan.

Seperti dikutip dari http://www.ristek.go.id Batik fractal adalah proyek awal Pixel Project. Nancy mengungkapkan ide munculnya batik fractal saat ia bersama Yun dan Luki (Lukman) membicarakan objek yang unik untuk dijadikan desain. Luki yang menjadi desainer senang menggambar objek unik. la sering menggambar robot atau tokoh komik dengan teori matematika fractal. Pada suatu ketika Nancy meminta agar Luki menggambar objek yang lebih organis seperti tumbuhan. Luki melukiskan gambar organik, yang kemudian tampak seperti batik.

Yun yang ahli matematika sepakat untuk meneliti kemungkinan batik-batik di Indonesia memiliki unsur matematika. Dari situ, mereka mulai mengumpulkan beragam motif batik untuk dianalisis dari sudut pandang matematika. Sebanyak 300 motif batik dianalisis. Mereka juga berkonsultasi dengan Achmad Haldani yang terkenal sebagai ahli batik tradisional di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

“Ternyata dari hasil penelitian itu setiap batik tradisional memiliki unsur matematika. Ketika diaplikasikan ke komputer dengan menggunakan rumusan matematika fractal, terdapat kesamaan,” kata Nancy kepada Media Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dengan rumus matematika fractal itulah batik-batik tradisional itu bisa dikembangkan dan dimodifikasi. Mereka kemudian menyebut batik hasil modifikasi itu sebagai motif batik fractal.

Sekitar 300 batik yang tersebar di Indonesia telah diteliti lalu didesain ulang lewat komputer dengan menggunakan peranti lunak open source khusus, yaitu J-Batik.
Hasil riset komprehensif yang dikembangkan lewat analisis fractal, menurut Luki, bisa menjadi pembuktian sahih bahwa akar batik memang berasal dari Indonesia. “Pembuktian itu benar bahwa batik bukan dari negara lain, tapi dari Indonesia. Dengan riset itu pula bisa membantu prediksi terhadap perkembangan motif batik Indonesia di masa depan,” jelas Luki.

Inovasi yang terbilang sebagai sebuah terobosan baru di Indonesia itu sangat menggembirakan. Apalagi desain pertama mereka bisa dipamerkan dalam ajang konferensi internasional seni generatif di Milan, Italia, akhir 2007 lalu. “Dan kami satu-satunya yang menampilkan warisan tradisional dalam pameran itu. Responsnya pun sangat bagus,” imbuh Luki.

Apalagi saat ini desain-desain batik fractal mereka telah masuk ranah industri. Rumah Batik Komar di Bandung telah bekerja sama dengan Pixel dalam mengembangkan batik fractal itu. Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman pun menjadi salah satu pelanggan favorit batik fractal.

Nancy dan Luki menambahkan, setiap satu motif batik tradisional bisa didesain ulang dan dikembangkan menjadi ribuan motif baru. Namun, ada pula kendalanya di lapangan. “Tidak semua perusahaan alat batik bisa menciptakan alat batik yang cukup rumit. Jadi kalau motifnya mau dikembangkan lebih rumit lagi, takutnya malah tidak bisa dicetak,” kata Nancy yang menjadi kepala bisnis dalam perusahaan mereka.

Keterbatasan itu membuat Luki selaku pencipta desain akan menciptakan desain lebih sederhana.


SUMBER

Alat-alat Kedokteran Kuno Yang Mengerikan



1. Tobacco Enema (1750-1810):

Dipergunakan pertama kali dalam hal medis untuk memasukkan asap melalui anus/dubur, alat ini digunakan terhadap para korban tenggelam. Dengan memasukkan asap tembakau melalui anus/dubur, maka dipercaya bahwa korban tenggelam tersebut dapat kembali bernafas setelah pingsan akibat tenggelam.

2. Artificial Leech (1840):

Dipergunakan untuk pengobatan penyakit mata dan telinga.
 
3. Double Guillotine (1860):

Dipergunakan untuk mencabut amandel
.

4. Screw "Gag" (1880-1910):


Dipergunakan untuk membuka paksa mulut pasien
.

5. Saw (1830-60):


Gergaji yang dipergunakan untuk menggergaji luka yang dianggap telah lemah untuk di operasi
.

6. Backward "Scissors (1500):


Gergaji ini dipergunakan untuk melakukan operasi untuk amputasi
.

7. Knive for Cutting (1770):



Pisau dan gunting yang biasa digunakan untuk operasi
.

8. Manual Trepanation Skull (1800):


Alat yang dipergunakan untuk melubangi tengkorak kepala, untuk operasi organ bagian dalam kepala
.

9. Tools For Operations On Hemorrhoids And The Uterus (1870) :


Rantai yang ada pada alat ini dipergunakan untuk memotong saluran gemmoroidalny site
.

10. Combating Hernia (1850):


Alat ini akan dimasukkan kedalam area tubuh yang terserang hernia dan akan dibiarkan dalam beberapa minggu, kemudian alat ini akan dikeluarkan, dan luka bekas penggunaan alat ini akan menyembuhkan hernia
.

11. "Compass" for The Exact Location Bullets In The Body (1915):


Alat yang berbentuk seperti kompas ini akan digunakan untuk menandai tertembak peluru, dengan alat ini letak peluru akan di tandai
.

12. Tool To Extract The Bullet (1500):


Dengan menggunakan alat ini lah peluru yang menembus masuk kedalam tubuh akan dikeluarkan
.

Rahasia Teknologi Dibalik Pembuatan Samurai




Samurai – yang berasal dari Jepang sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Dan sampai sekarangpun masih sangat diminati oleh banyak orang, bahkan ada sebagian orang yang sengaja mencari-cari pedang tersebut dan diperjualbelikan dengan harga yang relatif tinggi. Disamping itu ada juga yang dipergunakan sebagai hobi untuk menkoleksi sebagai benda pusaka.

Sebenarnya Samurai adalah bukanlah nama sebuah pedang melainkan nama seseorang berasal dari Jepang yang memiliki jiwa pelindung dan pemberani pada masa LORD atau Tuan Tanah di Jepang yang disewakan atau bekerja pada LORD tersebut dengan senjatanya adalah Katana atau Nihonto. Jadi Samurai adalah nama dari pemilik pedang tersebut. Karena Katana atau Nihoto (senjata/pedang) milik Samurai ini sangat luar biasa ketajaman dan kekuatannya maka nama Samurai dari pemilik pedang ini menjadi sangatlah terkenal diseluruh pelosok dunia. Dan sampai sekarang nama Samurai menjadi sebuatan sebuah pedang yang berasal dari Jepang tersebut.






Harga dari sebuah pedang samurai ini sangat relatif tergantung dari spesifikasi pedangnya. Harga yang paling murah sekitar Rp. 300 Juta untuk pedang dengan ukuran yang kecil ( kira-kira 12-15 inchi panjang blade-nya). Sehingga tidak hayal lagi kalau banyak orang yang tergiur untuk mengkoleksi benda pusaka ini karena memiliki harga jual yang relatif tinggi.

Keampuhan dari Pedang Samurai ini terletak pada bahan penyusun dari pedang dan proses perlakuan pengerjaannya. Dilihat dari bahannya bahwa Pedang Samurai berasal dari Titanium, yaitu sebuah unsur kimia dalam Tabel Periodik memiliki Simbol Ti dengan nomor atom 22. Titanium merupakan Logam Transisi yang sangat ringan, kuat, tahan terhadap korosi, tahan terhadap air laut dan chlorine. Warna dari Titanium ini adalah putih-metalik-keperakan. Bahan Titanium banyak digunakan dalam alloy kuat dan ringan (terutama dengan besi dan Aluminium).

Salah satu karakteristik Titanium yang paling terkenal adalah dia sama kuat dengan baja tapi hanya dengan 60% berat baja. Sifat Titanium mirip dengan Zirconium secara kimia maupun fisika. Sifat yang baik dari Zirconium adalah sangat keras. Sedangkan keunikan sifatnya yang jarang dimiliki oleh material/bahan lain adalah jika Zirconium mengalami benturan atau pukulan material/bahan ini justru akan semakin keras. Hal ini disebabkan Zirconium pada saat terkena benturan akan muncul tegangan sisa dari dalam dirinya. Inilah keunikan dari Zirconium termasuk Titanium yang tidak dimiliki oleh material/bahan lain. Jadi ini adalah suatu material/bahan yang sangat langka. Sehingga tidak khayal lagi kalau material/bahan ini memiliki harga jual yang relatif tinggi.



Tegangan sisa adalah tegangan yang tersimpan sebelum material/bahan terpengaruh oleh gaya luar, baik itu gaya tekan, gaya tarik ataupun gaya puntir. Kalau dicontohkan pada material/bahan pada umumnya seperti logam baja, tegangan sisa dapat terbentuk kalau struktur senyawanya saling berdesakan satu sama yang lain. Kalau molekul-molekul penyusun material/bahan saling berdesakan tentunya akan membuat bahan/material akan menjadi semakin kuat dan keras. Hal ini dapat dicontohkan pada proses Heat Treatment untuk pengerasan pada logam dengan cara Quenching (Penyepuhan). Quenching atau penyepuhan pada sebuah logam dapat dilakukan dengan cara memanaskan sebuah logam sampai pada daerah austenisasi. Setelah mencapai daerah austenisasi, logam dicelupkan pada fluida (cairan) seperti air, oli, dan sebagainya. Proses ini akan menghasilkan sebuah logam yang lebih keras dari logam asal (sebelum dilakukan proses Heat Treatment). Hal ini disebabkan munculnya tegangan sisa pada material/bahan yang mengalami Quenching (Penyepuhan) tersebut.

Peningkatan kekerasan dapat terjadi karena pada saat proses pemanasan sebuah logam sebenarya molekul-molekul penyusun logam tersebut bergerak secara siksak dengan kecepatan yang berbanding lurus dengan temperatur pemanasan. Artinya, semakin meningkat temperaturnya maka semakin gesit gerakan molekul-molekul tersebut. Sehingga pada saat ini susunan dari molekul tidak beraturan. Jika pada kondisi seperti ini dilakukan pencelupan kedalam media cairan, tentunya akan terjadi penurunan temperatur yang sangat drastis. Dengan adanya perubahan temperatur yang secara tiba-tiba inilah yang mengakibatkan susunan molekul-molekul penyusun logam tidak sempat membentuk formasi yang rapi dan teratur seperti pada kondisi normal (sebelum dilakukan proses heat treatment). Ada yang berdesak-desakan ada yang longgar. Untuk kondisi yang berdesakan akan mengaibatkan terjadinya pengerasan. Sedangkan pada bagian yang longgar akan mengalami sifat getas. Makanya pada suatu logam yang mengalami proses Quenching (Penyepuhan) akan mengalami peningkatan sifat kekerasan dan juga penambahan sifat getas.

Ditinjau dari material/bahan penyusunnya, Pedang Samurai dari Jepang ini meiliki material pilihan yang bersifat ulet, keras dan ringan. Disamping itu keuletan dan kekerasan dari material/bahan Pedang Samurai masih ditingkatkan lagi dengan cara perlakuan (proses) pada material/bahan tersebut dengan teknologi yang sama dengan pembuatan sebuah keris yaitu dengan cara dilipat-lipat pada kondisi temperatur panas (temperatur austenisasi) dalam jumlah yang sangat banyak. Lipatan-lipatan inilah yang membuat bahan pedang samurai menjadi semakin baik kualitasnya.

Dalam Ilmu Komposit, lipatan-lipatan ini dapat disamakan dengan material hanycomb. Material hanycomb adalah material yang dibentuk dari beberapa lipatan seperti pada sarang lebah. Dengan susunan seperti ini akan menyebabkan material akan semakin keras dan ulet.

SUMBER
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India